Minggu, 31 Maret 2019

2015 yang Begitu Berkesan

Sungguh berkesan. Itulah kata yang dapat menggambarkan perasaan saya terhadap tahun 2015, setidaknya bagi diri saya pribadi.

Awal tahun, bisa skid! Apa itu skid? Skid adalah salah satu metode mengerem tanpa rem yang biasa dilakukan oleh para pengguna sepeda fixie atau fixed gear.

A video posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Tahun 2015 adalah tahun dimana saya akhirnya mendapatkan implan untuk menggantikan sendi panggul kiri saya yang rusak, meski harus diawali rasa sakit dan kepayahan.



Digantinya sendi yang sudah rusak tersebut juga membuat saya dapat kembali masuk bekerja dengan normal. Tidak ada lagi absen setiap 3-5 hari seperti sebelumnya. Bahkan pada hari pertama, meski ketika berjalan saya masih harus menggunakan alat bantu, saya sudah berangkat bekerja sendiri dengan bersepeda (jarak tempuh 15 km). Tentunya sebelumnya saya sudah melatih otot kaki dan jantung sebelum menempuh jarak perjalanan ini.



Pada tahun 2015 saya juga mendapatkan pengalaman baru. Saya diberi tanggung jawab untuk belajar mengoperasikan drone.

A photo posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Pada tahun tersebut saya juga berkesempatan untuk mengikuti kegiatan liputan lapangan ke Karimunjawa. Waktu itu saya berjalan masih menggunakan alat bantu berupa kruk di tangan kanan, untuk berbagi beban dengan sendi kiri yang masih baru.

A photo posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


22 Oktober, saya diberi mandat untuk berangkat ke Jakarta untuk hadir dalam malam penghargaan Social Media Award 2015 yang diberikan kepada Universitas Gadjah Mada. Pada saat itu saya masih berjalan dengan alat bantu.



Malam itu juga pertama kalinya saya mendapatkan pengalaman makan hidangan kelas tinggi yang sangat enak dalam situasi yang kaku alias formal dinner.

A photo posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Kembali menjadi bocah kuat dengan banyak aktivitas fisik. Saya kembali rutin berenang tiap sabtu jam 5 pagi.

A photo posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Mengalami 3 kali ban bocor dalam 2 minggu. Dua bocor diantaranya terjadi dalam satu hari.

A photo posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Diberi tanggung jawab untuk menjaga kantor yang sedang direnovasi, yang akhirnya membuat saya tidak pulang sampai hampir dua bulan lamanya. Hmm, ya, saya pulang, seminggu sekali. Dan ini adalah rupa meja saya, pegawai yang kelelahan karena bekerja siang dan tidur larut malam. Karena aktivitas renovasi berjalan hingga tengah malam.

A photo posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Berjumpa dengan orang-orang hebat dan terlibat dalam situasi-situasi hebat, lebih banyak dan lebih hebat daripada tahun-tahun sebelumnya. Orang-orang hebat disini bukanlah selebriti atau menteri yang terkenal. Tapi lebih kepada anak-anak muda yang tidak (atau belum) terkenal yang memiliki semangat dan dedikasi tinggi untuk mempersembahkan sebuah prestasi, membagikan ilmu dan pengalamannya, atau juga kerja kerasnya demi berjalannya suatu event atau acara.

A photo posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Mencoba banyak hal baru, bereksperimen dengan banyak hal baru.

A video posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Akhirnya, kue ulang tahun yang bukan cake manis!



Menjadi personil pilot dokumentasi udara pada suatu acara besar.

A photo posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Hampir terbunuh oleh sebuah drone. Hehehe.



Untuk pertama kalinya dalam sejarah, saya naik level dalam hal kekuatan fisik tubuh bagian atas. Setelah tahun yang lalu berhasil mewujudkan kekuatan super untuk tubuh bagian bawah.

A video posted by Ega Zulfikar (@egazf) on


Hingga tahun 2015 berakhir, memunculkan kesan luar biasa, dan membuat saya ingin berjanji untuk membuat tahun 2016 jauh lebih hebat, lebih berkesan dan lebih bermakna daripada tahun 2015.

Minggu, 24 Mei 2015

Patah Tulang Lagi Setelah Lepas Pen

Tanggal 19 September 2012, saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah pada kedua kaki saya dan dislokasi di kedua tangan. Dan dua setengah tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 24 Maret 2015 lalu, saya mengalami patah tulang paha kaki kanan untuk kedua kalinya.


Kronologi kejadian


22 April 2014, saya divonis menderita osteoarthritis pada sendi panggul kiri dimana bantalan sendi yang notabene terus bergesek satu sama lain, terkikis lebih cepat daripada kemampuannya untuk tumbuh kembali. Kondisi ini memaksa saya untuk kembali memakai alat bantu jalan untuk mengurangi efek kerusakan sehingga sendi dapat bertahan lebih lama. Sampai hampir satu tahun kemudian, 28 Januari 2015, saya dinyatakan mengalami avascular necrosis yaitu keadaan dimana bantalan sendi sudah benar-benar habis sehingga harus diganti dengan sendi buatan melalui prosedur operasi bedah.

Jumat, 05 September 2014

Ospek ala STMIK AKAKOM : PESONA - Hari Pertama

STMIK AKAKOM mengemas ulang paradigma orientasi pengenalan kampus (ospek) yang selama ini dinilai buruk dan penuh tekanan menjadi rangkaian acara yang bermanfaat, kaya materi, dan juga menyenangkan. STMIK AKAKOM menamai rangkaian kegiatan ospek ini dengan sebutan PESONA.

Manusiawi

Seperti yang sudah dijanjikan, kami memang tidak diperlakukan semena-mena. Tidak ada kepala bola, tidak ada tas jelek, tidak ada kempongan, ikat pinggang rafia dan lain sebagainya. Kami hanya diminta mengenakan tanda pengenal (co card) yang juga sekaligus menempel pada buku pedoman mini yang kami cetak sendiri. Selain itu kami juga diarahkan untuk mengenakan pita di lengan kanan dengan kode warna sesuai dengan jurusan masing-masing. Saya dan peserta lain dari jurusan TI mengenakan pita berwarna merah muda.

Spesial untuk saya dan beberapa peserta lain diberi juga pita berwarna abu-abu sebagai penanda untuk peserta berkebutuhan khusus.